Minggu, 21 Agustus 2016

Kondisi Pendidikan di Indonesia



Kondisi Pendidikan di Indonesia
Belum lama ini seluruh masyarakat Indonesia merayakan ulang tahun Hari Kemerdekaan HUT RI ke-71.Banyak harapan yang diinginkan oleh rakyat Indonesia.Mulai dari kemajuan ekonomi dan teknologi,kebebasan demokrasi dan mungkin salah satunya kemajuan dalam pendidikan.Nah dalam segi pendidikan,Indonesia bisa dikatakan negara yang masih berkembang dalam segi itu.Dimulai dari pendidikan Indonesia belum bisa tegas menyikapi pelajar sehingga timbullah perilaku kurang baik.Terutama pada siswa SMP & SMA yang sedang membutuhkan pengarahan.Karena siswa SMP & SMA peserta didiknya adalah remaja.
 Sebagaimana yang kita ketahui,bahwa sekarang ini cara bergaul remaja sangat melenceng dari norma norma yang ada baik perempuan maupun laki-laki.Sudah banyak sekali perilaku tidak terpuji yang dilakukan oleh remaja seperti,seks bebas,tawuran dan penggunaan narkoba.Hal ini bisa saja terjadi karena kurangnya penanaman atau pengawasan perilaku yang baik terhadap remaja.
Kurangnya perilaku yang baik terhadap remaja dikarenakan kurangnya pembinaan atau perhatian dari keluarga maupun sekolah.Maka dari itu saya berpendapat bahwa penanaman dan pembinaan karakter yang baik harus dilakukan sejak usia dini karena penanaman yang lambat akan berakibat buruk terhadap kehidupan anak dikemudiannya.Manfaat dari karakter yang baik dapat membantu seseorang dalam berperilaku baik.Dan bukan cuma dengan pembelajaran ilmu dunia saja akan tetapi diimbangi dengan ilmu agama.Agar kelak anak yang di didik bisa mempunyai perilaku yang baik dan dapat diterima masyarakat.
Selain cara bergaul remaja yang melenceng,banyak dari warga Indonesia belum menikmati pendidikan yang layak.Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti,biaya pendidikan yang mahal.Walaupun kenyataannya ada BOS (Bantuan Operasional Sekolah),pemerataan pendidikan di Indonesia masih kurang merata.Masalah pemerataan timbul karena masih banyak warga Negara khususnya anak usia sekolah yang tidak dapat di tampung dalam lembaga pendidikan karena kurangnya fasilitas yang tersedia.Hal ini bisa terjadi karena kurangnya kontribusi antara pemerintah dengan pihak sekolah.Diharapkan dengan adanya masalah seperti ini pemerintah lebih meningkatkan mutu dalam berkontribusi dengan pihak sekolah agar pemerataan pendidikan merata.Dan warga Indonesia dapat menikmati pendidikan yang layak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar